Gedung Mewah Berlantai Emas Dibangun Oleh Saweran Warga Desa
Senin , 17 Oktober 2011 - 06:23 WIB - Dibaca 1435 kali

lonxi intenational
GLOBAL TANGSEL, China – Negeri China telah mengukir rekor baru. Sebuah desa dari provinsi Jiangsu membangun sebuah gedung setinggi 328 meter secara mewah. Pasalnya bukan sekedar gedung tersebut mencapai 328 meter tetapi yang lebih hebat lagi ada lantainya yang berlapis emas. Bahkan Gedung ini dibangun dari hasil saweran warganya yang kebanyakan kaya raya!
Seperti dikutip dari China Daily, gedung tersebut bernama Longxi International Hotel dan berada di Huaxi, yang masih dikategorikan sebagai desa dari provinsi Jiangsu, China bagian timur. Gedung yang memiliki tinggi 328 meter ini membutuhkan biaya US$ 470 untuk pembangunannya.
Deputi Partai Komunis Huaxi, Zhou Li mengatakan, pemegang saham dari Longxi International Hotel adalah 200 rumah tangga desa, masing-masing menyediakan 10 juta yuan atau sekitar US$ 1,5 juta untuk model proyek tersebut.
"Gedung tersebut adalah simbul kolektifitas. Hotel tersebut diharapkan bisa mengakomodasi pebisnis, pejabat, ataupun wisatawan yang ingin melakukan aktifitasnya disini," ujar Zhou Li.
Di dalam gedung tersebut terdapat restoran, kolam renang di atap, mal, gedung bioskop, spa, dan pada lantai 60 dibuat dari berton-ton emas!
Huaxi Group adalah korporasi yang mengelola bisnis penduduk desa tersebut dengan memiliki 2.000 pemegang saham. Semuanya merupakan penduduk yang teregistrasi. Selain penduduk desa itu, tidak diizinkan menjadi pemegang saham meski mereka bekerja di sana bertahun-tahun.
Sebagai info, Huaxi dulunya merupakan lingkungan pedesaan yang kumuh, namun kemudian tumbuh pesat seiring reformasi ekonomi China besar-besaran dalam 30 tahun terakhir.
Kekayaan Huaxi didasarkan pada pengumpulan dana-dana dari rumah tangga yang terdaftar dan mengumpulkan uang dari berbagai industri seperti baja dan tekstil. Kebanyakan pendapatan rumah tangga di desa tersebut diinvestasikan lagi ke proyek lanjutan dengan basis mandatory, sehingga membuat siklus terus berjalan. (hrj)
Seperti dikutip dari China Daily, gedung tersebut bernama Longxi International Hotel dan berada di Huaxi, yang masih dikategorikan sebagai desa dari provinsi Jiangsu, China bagian timur. Gedung yang memiliki tinggi 328 meter ini membutuhkan biaya US$ 470 untuk pembangunannya.
Deputi Partai Komunis Huaxi, Zhou Li mengatakan, pemegang saham dari Longxi International Hotel adalah 200 rumah tangga desa, masing-masing menyediakan 10 juta yuan atau sekitar US$ 1,5 juta untuk model proyek tersebut.
"Gedung tersebut adalah simbul kolektifitas. Hotel tersebut diharapkan bisa mengakomodasi pebisnis, pejabat, ataupun wisatawan yang ingin melakukan aktifitasnya disini," ujar Zhou Li.
Di dalam gedung tersebut terdapat restoran, kolam renang di atap, mal, gedung bioskop, spa, dan pada lantai 60 dibuat dari berton-ton emas!
Huaxi Group adalah korporasi yang mengelola bisnis penduduk desa tersebut dengan memiliki 2.000 pemegang saham. Semuanya merupakan penduduk yang teregistrasi. Selain penduduk desa itu, tidak diizinkan menjadi pemegang saham meski mereka bekerja di sana bertahun-tahun.
Sebagai info, Huaxi dulunya merupakan lingkungan pedesaan yang kumuh, namun kemudian tumbuh pesat seiring reformasi ekonomi China besar-besaran dalam 30 tahun terakhir.
Kekayaan Huaxi didasarkan pada pengumpulan dana-dana dari rumah tangga yang terdaftar dan mengumpulkan uang dari berbagai industri seperti baja dan tekstil. Kebanyakan pendapatan rumah tangga di desa tersebut diinvestasikan lagi ke proyek lanjutan dengan basis mandatory, sehingga membuat siklus terus berjalan. (hrj)
Baca Juga
Komentar
Berita Terkini
“
KENALILAH CINTA YANG SEMESTINYA Boleh saja mencintai sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan dunia, entah itu istri, anak, teman ataupun harta benda dan perbendaharaan dunia lainnya. Tapi jangan sampai kecintaan itu membutakan hati dari mengenal Allah.. ingatlah, gejala Awal dari lalai adalah: cinta. Setelah cinta yang melalaikan itu semakin tak terkendali, dan meningkat menjadi dosa kecil, tanpa kita sadari kita beranjak ke dosa besar. Dan apabila cinta sudah berbuah dosa besar, terasa sulit untuk menghilangkannya dari dalam jiwa.. Apabila cinta sudah berbuah menjadi dosa besar, maka engkau sadar bahwa engkau sudah melakukan kesalahan besar, tapi engkau seakan tiada mampu untuk meninggalkannya.. terlebih, apabila manisnya dosa sudah menjadi kebutuhan, sehari saja kau tak bersamanya, membuat hatimu ingin mencarinya.. Ingatlah apabila engkau ingin sembuh darinya, maka berusahalah engkau untuk mengembalikan cinta pada yang semestinya, yaitu: cinta kepada Allah Ta'ala, yang dengan itu engkau akan rela untuk meninggalkan dunia dan seisinya untuk mendapatkan cinta-Nya. Sehingga dengan itu engkau akan disibukkan bersama-Nya dan sedikit demi sedikit engkau akan merasakan cinta-Nya, dan sedikit demi sedikit pula engkau akan melupakan cinta dunia yang binasa. (dbs) ”
Ustad. Samson Rahman, Lc, MA

Informasi Pemasangan Iklan
Untuk pemasangan iklan hubungi 085219602006 atau iklan[at]globaltangsel.com 


