Haruskah kita Mencuci Buah dan Sayuran?
Selasa , 8 November 2011 - 14:31 WIB - Dibaca 1548 kali

Ilustrasi
GLOBAL TANGSEL -- Tanah dan air di mana buah dan sayuran tumbuh bisa membawa bakteri berbahaya. Buah dan sayur juga mengandung residu pestisida dan herbisida.
Pemanenan buah dan sayur juga ditangani oleh banyak tangan di ladang atau kebun, kemudian di gudang penyimpanan hingga di tempat Anda membelinya.
Bakteri seperti Listeria, Salmonella dan E. Coli mungkin terdapat pada buah-buahan dan sayuran. Bakteri tersebut menjadi penyebab penyakit dan harus dibersihkan dari bahan makanan.
Anda membutuhkan buah dan sayuran segar tetapi tidak untuk bakteri dan bahan kimia berbahaya yang terdapat pada buah dan sayuran itu. Maka pastikan Anda mencuci buah dan sayuran tersebut sebelum dimakan.
Bagaimana Mencuci Buah dan Sayuran?
Mulailah dengan menjaga dapur dan peralatannya tetap bersih.
Selalu mencuci tangan Anda sebelum memegang buah dan sayuran.
Jauhkan buah dan sayuran segar dari daging mentah untuk mencegah kontaminasi silang.
Pilih buah dan sayuran yang masih segar dan matang saat membelinya, jangan membeli buah dan sayuran yang sudah berjamur dan lembek.
Cuci semua bagian buah dan sayur, termasuk bagian yang tidak dimakan.
Cuci buah dan sayur dengan air yang mengalir, bilas dengan lembut, jangan gunakan deterjen, sabun atau bahan kimia pembersih karena akan meninggalkan residu pada sayur dan buah yang dicuci.
Untuk buah dan sayuran yang lebih keras seperti apel dan kentang bisa dibersihkan dengan menggunakan sikat sayuran.
Buang daun luar selada dan kubis, cuci semua bagian daun dengan bersih.
Ingat bahwa buah dan sayuran yang Anda beli mungkin terlihat bersih, namun Anda tidak bisa melihat bakteri dan bahan kimia yang ada. Buah dan sayuran perlu dicuci sebelum Anda makan terutama jika ingin memakan buah dan sayur mentah. (Dari berbagai sumber)
Baca Juga
Komentar
Berita Terkini
“
KENALILAH CINTA YANG SEMESTINYA Boleh saja mencintai sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan dunia, entah itu istri, anak, teman ataupun harta benda dan perbendaharaan dunia lainnya. Tapi jangan sampai kecintaan itu membutakan hati dari mengenal Allah.. ingatlah, gejala Awal dari lalai adalah: cinta. Setelah cinta yang melalaikan itu semakin tak terkendali, dan meningkat menjadi dosa kecil, tanpa kita sadari kita beranjak ke dosa besar. Dan apabila cinta sudah berbuah dosa besar, terasa sulit untuk menghilangkannya dari dalam jiwa.. Apabila cinta sudah berbuah menjadi dosa besar, maka engkau sadar bahwa engkau sudah melakukan kesalahan besar, tapi engkau seakan tiada mampu untuk meninggalkannya.. terlebih, apabila manisnya dosa sudah menjadi kebutuhan, sehari saja kau tak bersamanya, membuat hatimu ingin mencarinya.. Ingatlah apabila engkau ingin sembuh darinya, maka berusahalah engkau untuk mengembalikan cinta pada yang semestinya, yaitu: cinta kepada Allah Ta'ala, yang dengan itu engkau akan rela untuk meninggalkan dunia dan seisinya untuk mendapatkan cinta-Nya. Sehingga dengan itu engkau akan disibukkan bersama-Nya dan sedikit demi sedikit engkau akan merasakan cinta-Nya, dan sedikit demi sedikit pula engkau akan melupakan cinta dunia yang binasa. (dbs) ”
Ustad. Samson Rahman, Lc, MA

Informasi Pemasangan Iklan
Untuk pemasangan iklan hubungi 085219602006 atau iklan[at]globaltangsel.com 


