GLOBAL TANGSEL -- Para pakar antariksa Rusia berjuang keras untuk memecah kode sinyal telemetri yang diterima Phobos-Grunt. Sementara itu beredar rumor bahsa pusat penelitian ionosfer AS di Alaska menyebabkan kegagalan pesawat luar angkasa Phobos-Grunt.
Pada Rabu malam, stasiun Badan Antariksa Eropa di Perth, Australia, menjalin komunikasi dengan Phobos-Grunt yang telah berputar mengelilingi Bumi tanpa daya karena kegagalan mesin dua minggu lalu.
Mereka mengirimkan perintah ke pesawat ruang angkasa Rusia untuk mengirimkan data telemetri yang diteruskan ke para ahli Rusia.
Staf di Lavochkin Association yang membangun Phobos-Grunt bekerja untuk memecah kode telemetri. Beberapa laporan menyatakan bahwa sinyal keluar selama proses pemulihan karena kurangnya kompatibilitas peralatan telekomunikasi Rusia dan Eropa.
Pada kamis kemarin, stasiun Bumi di Baikonur, Kazakhstan berhasil menghubungi pesawat yang sedang mengorbit di atas Rusia. Mereka juga berhasil mendapatkan beberapa telemetri, kata Agen Luar Angkasa Rusia. Sejak 9 November lalu, para ahli Rusia telah berulangkali mencoba untuk mebangun komunikasi dengan pesawat ruang angkasa Phobos-Grunt, namun gagal.
Sementara itu para pensiunan jenderal Rusia percaya bahwa kegagalan misi Phobos-Grunt disebabkan oleh radar AS di Alaska.
"Radiasi elektromagnetik yang kuat dari situs tersebut mungkin telah mempengaruhi sistem kontrol," kata Letnan Jenderal Nikolay Rodionov yang mengkomandani sistem peringatan dini rudal balistik Rusia kepada Interfax, seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (25/11/2011).
Hal tersebut nampaknya tertuju pada High Frequency Active Auroral Research Program (HAARP) yang berada di Gakona, Alaska, AS. Fasilitas itu disebutkan untuk meneliti ionosfer dan digunakan untuk komunikasi. Namun beberapa teori konspirasi mengatakan fasilitas itu merupakan senjata super yang dibangun untuk membuat bencana alam dalam skala global, termasuk gempa bumi, perubahan iklim dan membalik kutub magnet.
Misi Phobos-Grunt adalah untuk menuju ke bulan Mars, Phobos, mengambil contoh tanah dan kembali ke Bumi. Namun misi tersebut gagal karena kerusakan sistem pembakaran pada mesin pesawat ruang angkasa itu.
Pesawat ruang angkasa tersebut saat ini terjebak pada orbit rendah Bumi dan ditakutkan akan jatuh ke Bumi.(Agn)