Walikota Depok Tanggung Semua Biaya Pengobatan Korban Perkosaan M-26
Kamis , 29 Desember 2011 - 08:53 WIB - Dibaca 182 kali
Nurmahmudi Kunjungi Korban Perkosaan Foto : PelitaGLOBAL TANGSEL, Depok -- Setelah mengunjungi korban perkosaan Mikrolet M-26 di RS Polri Kramat jati, Walikota Depok Nur Mahmudi Ismail, Senin (19/12/) sekitar pukul 14:00 WIB berjanji akan menanggung semua biaya pengobatan korban selama menjalani perawatan di rumah sakit. "Semua ditanggung oleh Pemkot Depok. Rumah sakit lakukan tindakan awal tanpa memungut biaya," ujar Nurmahmudi.
Menurutnya belajar dari kejadian tersebut pihaknya akan meningkatkan keamanan dengan melakukan penertiban angkutan di malam hari.
"Yang boleh beroperasi adalah angkot yang punya ijin. Yang melampaui wilayahnya harus dilarang," ucapnya. "Apapun alasannya, penggunaan secara komersil melanggar dan harus dilakukan penindakan." Ucapnya tegas.
Hal ini mengingat Mikrolet M-26 bukanlah angkot yang terdaftar di wilayah Depok namun angkot jurusan Kampung Melayu-Bekasi. Menurut Kadis Perhubungan Depok Dindin Jainudin, menyebut di Depok sendiri ada 2896 angkot. Sementara yang lintas batas ada 3500, yang izinnya dikeluarkan oleh DKI, Jawa Barat dan Kementrian Perhubungan.
Sementara itu Saad, salah satu pelaku perampokan dan perkosaan di angkutan umum yang ditangkap polisi di Medan, Sumatera Utara, mengaku menghabiskan uang hasil kejahatannya untuk biaya operasi kanker payudara Ai, pacarnya.
Menurut Kepala Satuan Kejahatan dan Kekerasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Helmy Santika, para pelaku kerap melakukan perampokan karena dilandasi faktor kasihan akibat penyakit yang dialami Ai.
"Hasil rampokan yang mereka lakukan juga pernah digunakan untuk operasi Ai yang terkena penyakit kanker," kata Helmy, Rabu, 28 Desember 2011. (hrj)