GLOBAL TANGSEL, Pamulang – Tangerang Selatan sebagai daerah yang padat penduduknya hingga kini masih mendapat problem sampah yang terus menumpuk. Berbagai upaya dilakukan salah satunya dengan rencana pendirian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang.
Kepada Global
, Kepala Dinas Kebersihan
, Nur Selamet, mengatakan di tahun 2012 ini mudah-mudahan Cipeucang bisa di operasikan dan tidak ada kendala sehingga dapat tertangani masalah sampah walaupun tidak 100%. “Untuk itu kepada media dapat membantu Dinas Kebersihan dalam menyampaikan program tersebut”, ujar Nur Selamet (19/1).
"Kami menghimbau kepada masyarakat
agar kiranya bekerjasama dengan pihak Dinas Kebersihan dan saya mengharapkan bagi masyarakat tidak membuang sampah di median jalan", ujar Nur Slamet.
Ditempat terpisah, Dedi Mulyadi selaku Kabid Kebersihan
mengatakan jika upaya pengangkutan sampah telah dilaksanakan tetapi keterbatasan armada yang menjadi sandungan bagi Dinas Kebersihan
, yang seharusnya armada turun 15 unit ternyata hanya 11 unit mobil. Namun ia menyayangkan ketika Dinas kebersihan membuatkan amrol, masyarakat
membuang sampah disembarangan tempat. “Saya cenderung untuk mendidik masyarakat seperti halnya sosialisasi di kelurahan-kelurahan”, harap Dedi.
Menurutnya contohnya di Ciputat dimana masyarakat membuang sampah sering ditengah dan itu menyalahi aturan. “Tetap kami angkut dan kami selalu memantau dari sore sampai malam hari. Kami hanya melaksanakan tugas mengangkut sampah, mulai dari Serpong, Jl. Raya Ciputat, Arya Putra sedikit demi sedikit sampah terangkut”, paparnya.
Kalau di cermati 1800 kubik satu kendaraan mengangkut 5-6 kubik dipasar ciputat saja memerlukan 4-5 armada dan sekitar 30% yang terangkut kira-kira sekitar 400 kubik kemana sisanya itupun dari pihak swasta. Penumpukan sampah itu awalnya dari Kabupaten bukan dari
.
Armada di
berjumlah 9 bantuan ada dua total 11 dengan menangani tujuh Kecamatan. “Tujuh mobil telah ditugaskan dari jam 14.00 WIB untuk mengangkut sampah”, imbuh Dedi.
Menurutnya Undang-undang no. 18, tidak ada swasta yang diberikan penempatan khusus untuk pembuangan sampah (19/01). Oleh karena itu Pihak Pemkot akan berupaya sebaik mungkin. “Namun kami akan mengundang dari pihak swasta antara lain BSD, Alam Sutra, dan Bintaro kalau tidak hadir sekali, dua kali maka akan ada tindakan dari dalam atau dari pihak terkait”, kata Dedi Mulyadi.
“Mengangkut sampah itu merupakan ibadah karena di dalam
Hadits Annadhofatu Minal Iman : Kebersihan itu sebagian dari pada iman”, pungkas Dedi yang bergelar haji ini. (fais)