Suharto Mardjuki Keluhkan Saluran Air
Rabu , 29 Februari 2012 - 09:13 WIB - Dibaca 497 kali
Drs. Suharto, MM, Lurah Cirendeu
GLOBAL TANGSEL, Cirendeu - Kelurahan Cirendeu dianggap masih kurang memenuhi standar dalam hal salurah airnya karena banyak yang mampet. Hal ini disadari dan menjadi PR bagi Lurah Cirendeu, Suharto Mardjuki. Ia ingin masalah salurah air dapat selesai secepatnya.
Menurutnya, sebenarnya kebersihan itu sebagian dari salah satu program Kelurahan Cirendeu untuk menjadikan lingkungan yang nyaman. Salah satu kendala adalah saluran air yang tidak mengalir alias mampet. Untuk itu diharapkan warga masyarakat perlu kerjasama dengan Dinas Bina Marga dan SDA
Tangsel
untuk membuat saluran air. Saluran air yang mampet menjadi kendala bagi warga masyarakatTangsel
pada umumnya. Untuk itu hal yang mendasar terutama diwilayah cirendeu harus digali lagi atau dibuat saluran yang baru.“Contoh pada jalan-jalan utama yang menjadi kendala rawan banjir adalah di depan AB (Aneka Buana), Cirendeu, karena genangan air selalu ada. Diperkirakan 4 s/d 5 tahun kedepan tidak menutup kemungkinan akan terjadi banjir karena perubahan lingkungan”, ujar Suharto.
Ia menyesalkan masyarakat yang melakukan kerja bakti dalam membersihkan got tidak maksimal. Karena kebiasaan buruk masyarakat, saluran air ditutup kemudian di buat jalanan atau dibuat tempat berdagang sehingga saluran air tersebut tidak berfungsi.
“Jalan-jalan yang ada dilingkungan harus dipetakan kembali, karena air dijalanan ini sangat kecil sekali bisa dikatakan tidak berstandar dari segi ukuran saluranya. Kebutuhan saluran yang diminta ternyata tidak memadahi, Kalau bisa diselesaikan dari hulu ke hilir kalau memang itu ada tempat saluran”, Ucap Suharto
Ia selaku Lurah Cierendeu berharap agar Dinas Bina Marga Dan Sumber Daya Air
Tangsel
terjun langsung ke lingkungannya, kemudian jangan hanya mendengar laporan dari orang lain. Suharto mengibaratkan Dinas Bina Marga adalah Mentrinya Departemen. Jika Departemen ada Mentrinya maka Wali Kota ada Dinasnya. (fais)Baca Juga
Komentar
Berita Terkini
“
KENALILAH CINTA YANG SEMESTINYA Boleh saja mencintai sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan dunia, entah itu istri, anak, teman ataupun harta benda dan perbendaharaan dunia lainnya. Tapi jangan sampai kecintaan itu membutakan hati dari mengenal Allah.. ingatlah, gejala Awal dari lalai adalah: cinta. Setelah cinta yang melalaikan itu semakin tak terkendali, dan meningkat menjadi dosa kecil, tanpa kita sadari kita beranjak ke dosa besar. Dan apabila cinta sudah berbuah dosa besar, terasa sulit untuk menghilangkannya dari dalam jiwa.. Apabila cinta sudah berbuah menjadi dosa besar, maka engkau sadar bahwa engkau sudah melakukan kesalahan besar, tapi engkau seakan tiada mampu untuk meninggalkannya.. terlebih, apabila manisnya dosa sudah menjadi kebutuhan, sehari saja kau tak bersamanya, membuat hatimu ingin mencarinya.. Ingatlah apabila engkau ingin sembuh darinya, maka berusahalah engkau untuk mengembalikan cinta pada yang semestinya, yaitu: cinta kepada Allah Ta'ala, yang dengan itu engkau akan rela untuk meninggalkan dunia dan seisinya untuk mendapatkan cinta-Nya. Sehingga dengan itu engkau akan disibukkan bersama-Nya dan sedikit demi sedikit engkau akan merasakan cinta-Nya, dan sedikit demi sedikit pula engkau akan melupakan cinta dunia yang binasa. (dbs) ”
Ustad. Samson Rahman, Lc, MA

Informasi Pemasangan Iklan
Untuk pemasangan iklan hubungi 085219602006 atau iklan[at]globaltangsel.com 


