Inilah Beberapa Geng Motor Terkenal di Jakarta dan Bandung


Share |
Minggu , 15 April 2012 - 05:09 WIB - Dibaca 1016 kali


Inilah Beberapa Geng Motor Terkenal di Jakarta dan Bandung
Salah Satu Geng Motor Di Bandung Yang Ditangkap
GLOBAL TANGSEL -- Geng motor belakangan menjadi topik utama di berbagai media nasional. Pasalnya aksi mereka yang brutal tanpa perikemanusiaan kepada orang-orang tak bersalah. Sudah 3 nyawa melayang percuma oleh aksi para geng motor. Aksi merekapun rupanya telah menyebar di berbagai wilayah Indonesia diantaranya Jakarta, Bandung, Purwakarta dan Makassar. Mungkin juga ada dibeberapa wilayah yang tidak tersorot oleh media.

Dari beberapa geng motor terkenal, ada beberapa geng motor yang menguasai atau pernah merajai Jakarta serta Bandung.

Y-GEN (Young Generation)

Punya slogan “Don’t Make Us Angry”. Geng ini berdiri sejak tahun 1990-an cukup di Jakarta. Pengalaman pengguna motor di milis-milis menyebut Y-Gen tidak ubahnya kelompok begal motor. Biasanya mereka konvoi puluhan hingga ratusan motor setelah lewat jam 12 malam. Dimulai dari sekitar markas Y-Gen di daerah Tanjung Priok, dilanjutkan ke Sunter Mall, Kemayoran, Yos Sudarso, Senayan, Sudirman, Kuningan, Menteng, Senen, Pramuka, kembali ke Priok Konvoi Y-Gen biasanya juga masuk Tol Plumpang. Banyak cerita, jika Y-Gen konvoi lebih baik menghindar. Pengalaman motor yang dibegal ketika iring-iringan klub motor harus berpapasan dengan Y-Gen, motor langsung diambil paksa.

Ciri geng motor Y-Gen tidak safety riding alias konvoi tanpa pakai helm dan spion serta mematikan lampu. Usia anggota Y-Gen rata-rata ABG usia SMP-SMA. Motor anggota geng beda dengan klub motor, Y-Gen mengendarai bermacam merek. Namun, mesin sudah ditrondol dengan suara knalpot racing. Jika sedang konvoi, kelompok ini tidak takut pada polisi. Beberapa komunitas biker mempunyai pengalaman melihat kawanan geng Y-Gen merampok pengendara mobil yang sedang parkir tanpa bisa dicegah polisi.Satu saran bila berpapasan dengan Y-GEN, menghindar.

PACINKO
Sebutan tenar Pasukan Cina Kota. Geng beranggotakan kebanyakan anak keturunan Tionghoa yang didirikan John Indo. Era tahun 70-80-an, Pacinko ditakuti geng-geng motor. Anggota Pacinko sekarang sudah uzur, tetapi melahirkan geng-geng motor lain. Sebut saja Gamshi atau Gabungan Anak Muda berprestasi yang jago ngetrek, MGZT (Mangga Besar Anak Ibliz), Hanoman, Aligator, dan Green Eagle. Dari sejumlah geng bentukan Pacinko, hanya Wild Boys yang berbeda. Anggotanya kebanyakan bukan keturunan Tionghoa.

Geng bentukan Pacinko biasanya bermusuhan dengan Y-GEN. Ada juga NSR (Night Sons Racing) yang jelas berkawan dengan Y-GEN. NSR sering konvoi dengan Y-GEN keliling Jakarta.

XTC  (Xalt to Coitus)
Artinya kurang lebih menyenangi segala sesuatu tentang seks. Sekarang berganti menjadi Exalt to Creativity. XTC dibentuk sejak 1987 oleh tujuh orang siswa SMA swasta Bandung. Lambang XTC, lebah membawa samurai. Semboyan XTC : Loe asik gw santai, loe usik gw bantai. Anggota XTC sekitar 5 ribu di Jawa Barat dengan pusat di Bandung.

Untuk menjadi anggota XTC harus mengikuti penggojlogan di Lembang. Biasanya calon akan diuji ketahanan fisik seperti ditendang, diinjak, dan dipukul. Selanjutnya tes mengendarai motor ke rumah tanpa rem. Kegiatan lainnya konvoi, adu balap, dan kriminal seperti penodongan.

BRIGEZZ
Dibentuk 1980,an oleh siswa SMA 7 Bandung dengan singkatan Brigadir Seven. Anggota dan kekuasaan daerah makin luas, tahun 1999 nama berubah menjadi Brigadir Gestapu. Awal mula Brigess hanya adu balap liar, tetapi berubah menjadi tindakan kriminal. Brigezz menguasai Jalan Lengkong Besar dan Kecil, lalu Sudirman. Syarat anggota ketrampilan bermotor diuji dengan mengundang bahaya, minum darah.

Polisi pernah menemukan dokumen tentang doktrin angota Brigezz. Tiga doktirn yaitu seperti musuhi polisi, lawan orang tua, dan berlaku jahat di tengah malam.

GBR ( Grab on Road)
GBR juga lahir pada tahun 1989 di SMPN 2 Bandung. Kelompok yang anggotanya mayoritas anak SMP ini mengidentifikasikan diri dengan segala sesuatu yang berbau Jerman. Mereka mengusung bendera berwarna merah-kuning-hitam.

Graber, begitu mereka menyebut dirinya, menguasai sepanjang Jalan Sunda, Sumatera dan sekitarnya. Anggotanya tidak sebanyak XTC dan Brigezz, tetapi ditakuti dan sulit ditaklukkan. Tahun 2005 pernah salah satu markas GBR di Margahayu akan diserang XTC, ditunggu-tunggu XTC tidak kunjung datang, anak-anak GBR langsung yang menyerang markas XTC.

MOONRAKER
Berdiri sejak 1978 dari siswa SMA di Jalan Dago. Moonraker berasal dari film James Bond kala itu. Lambang Moonraker bendera merah putih biru dan gambar kelelawar. Dari segi jumlah Moonraker di bawah Brigezz. Moonraker sebagian besar menguasai daerah Dago dan Dipatiukur.

Menjadi anggota hampir sama dengan geng lain, harus bisa mengendarai motor dari Lembang tanpa rem. Selain itu juga angota baru harus berkelahi dengan senior. Dalam organisasinya terdapat jabatan Panglima Perang, yang mengatur ketika terjadi perang antar geng atau perebutan wilayah.

Perilaku kriminal Moonraker terakhir yang menonjol sewaktu belasan anggotanya menyerang Geng XTC. Satu tewas dengan badan penuh tusukan pada Desember 2011.

RAMBUT CEPAK
Berdasarkan keterangan korban dan saksi mata, gerombolan bermotor itu banyak yang berambut cepak dan menggunakan pita kuning. Total gerombolan penyerang itu, yang terbagi dalam beberapa kelompok, diperkirakan sekitar 200 orang.

Aksi kejahatan mereka, yang terdata polisi sampai saat ini, ada di tujuh tempat. Korban penyerangannya yang mengalami luka tusuk senjata tajam ada tujuh orang, yang dirawat di RSUD Koja dan RS Sukmul. Salah seorang korban mengalami gegar otak.

Para pelaku juga merusak motor korban. Dari tujuh motor yang dirusak, dua di antaranya dibakar di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat. Satu mobil, Toyota Rush 1 72 RM di depan pintu gerbang PT Dok Bayu Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, juga dirusak gerombolan bermotor itu.

Penyerang gerombolan bermotor ini yang pertama kali dilaporkan ke polisi adalah yang di depan pintu gerbang PT Dok Bayu Bahari ini pada pukul 01.30 WIB. Di sini, selain merusak mobil, para pelaku juga menyerang dan memukuli Zaenal Arifin (32) warga Koja pemilk mobil dan Heri Susanto (33) petugas satpam perusahaan itu.

Penyerangan terakhir, atau yang ke-7, di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat, sekitar pukul 03.00, menelan korban Anggi Darmawan (gegar otak) dan Hendi Haryanto (luka tusuk). Di jalan itu juga, para pelaku membakar dua motor dan merusak tiga motor. (isn/berbagai sumber)

Global Graphics

Melayani design, printing, koran, tabloid, majalah, kalender, company profile, brosur, anual report, dll. Dapatkan spanduk digital hanya 9.000/m!!! (*ketentuan berlaku). Telp 021-37622953. Kunjungi kami di www.globalgraphicsdesign.com

ANEKA TAS PROMOSI

Menerima pesanan berbagai macam tas untuk kebutuhan promosi perusahaan, seminar, sekolah dll dengan kualitas dan harga bersaing. Dapatkan model-model menarik dari kami. Hubungi kami di 021-60775606. Kunjungi kami di www.anekataspromosi.com
Pasang iklan baris hubungi: Isnu 085219602006 Ym :
Komentar