Junk Food Rusak Hutan Indonesia?
Jumat , 29 Juni 2012 - 18:18 WIB - Dibaca 428 kali

ilustrasi junk food
GLOBAL TANGSEL -- Bagi anda para para penikmat junk food atau junk food lovers baiknya kini mulai meninggalkan dan tidak mengkonsumsinya lagi. Pasalnya selain menjadi pemicu berbagai macam penyakit seperti jantung, obesitas, stroke, diabetes dan lain – lain ternyata junk food juga penyebab rusaknya hutan di Indonesia. Fakta baru menunjukan bahwa salah satu restoran junk food terbesar di dunia sumbernya ada di Indonesia. Restoran tersebut menggunaka kertas yang berasal dari hutan Indonesia. Kertas pembungkus makanan dan minuman tersebut berasal dari kayu ramin. Seperti yang kita tau kayu ramin adalah salah satu tumbuhan yang dilindungi di Sumatera.
Hal ini jelas merugikan bagi lingkungan dan kehidupan flora serta fauna yang ada di Indonesia khususnya Sumatera. Karena bila kertas – kertas tersebut masih dari pohon dan hutan maka betapa banyak ratusan Harimau Sumatera yang terselamatkan dan hidup di habitat aslinya. Kemudian masih terselamatkan banyaknya daerah serapan air bersih yang baik juga ada paru - paru dunia yang mampu memberikan oksigen yang berkualitas.
Akan sangat disayangkan jika kita dan anak cucu kita nanti terkena imbas dari pencemaran lingkungan akibat penggunaan kayu ramin yang berakhir sebagai pembungkus dan dibuang kekotak sampah. Maka dengan kita tidak mengkonsumsi junk food berarti kita ikut mendukung gerakan Pemerintah dan LSM dalam melakukan penghijauan dan menyelamatkan lingkungan hidup, seperti aktivis Greenpeace Indonesia yang sedang gencar melakukan aksi menghentikan penggunaan kertas dari kayu ramin. Anda juga bisa ikut berpartisipasi serta mendukungnya dengan tidak lagi mengkonsumsi junk food.
Jadi, mulai sekarang perlu pikir ulang dan ganti makanan anda dengan makanan sehat ala Indonesia seperti ayam bakar jawa, rendang Padang, ayam penyet sambal lalapan Sunda, sayur asem Sunda, empek – empek Palembang, gudeg Jogja, gado - gado, soto Betawi , sop ceker dan lain- lain.
Bagaimana menu Indonesia tidak kalah lezat bukan? (Rni)
Hal ini jelas merugikan bagi lingkungan dan kehidupan flora serta fauna yang ada di Indonesia khususnya Sumatera. Karena bila kertas – kertas tersebut masih dari pohon dan hutan maka betapa banyak ratusan Harimau Sumatera yang terselamatkan dan hidup di habitat aslinya. Kemudian masih terselamatkan banyaknya daerah serapan air bersih yang baik juga ada paru - paru dunia yang mampu memberikan oksigen yang berkualitas.
Akan sangat disayangkan jika kita dan anak cucu kita nanti terkena imbas dari pencemaran lingkungan akibat penggunaan kayu ramin yang berakhir sebagai pembungkus dan dibuang kekotak sampah. Maka dengan kita tidak mengkonsumsi junk food berarti kita ikut mendukung gerakan Pemerintah dan LSM dalam melakukan penghijauan dan menyelamatkan lingkungan hidup, seperti aktivis Greenpeace Indonesia yang sedang gencar melakukan aksi menghentikan penggunaan kertas dari kayu ramin. Anda juga bisa ikut berpartisipasi serta mendukungnya dengan tidak lagi mengkonsumsi junk food.
Jadi, mulai sekarang perlu pikir ulang dan ganti makanan anda dengan makanan sehat ala Indonesia seperti ayam bakar jawa, rendang Padang, ayam penyet sambal lalapan Sunda, sayur asem Sunda, empek – empek Palembang, gudeg Jogja, gado - gado, soto Betawi , sop ceker dan lain- lain.
Bagaimana menu Indonesia tidak kalah lezat bukan? (Rni)
Baca Juga
Komentar
Berita Terkini
“
KENALILAH CINTA YANG SEMESTINYA Boleh saja mencintai sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan dunia, entah itu istri, anak, teman ataupun harta benda dan perbendaharaan dunia lainnya. Tapi jangan sampai kecintaan itu membutakan hati dari mengenal Allah.. ingatlah, gejala Awal dari lalai adalah: cinta. Setelah cinta yang melalaikan itu semakin tak terkendali, dan meningkat menjadi dosa kecil, tanpa kita sadari kita beranjak ke dosa besar. Dan apabila cinta sudah berbuah dosa besar, terasa sulit untuk menghilangkannya dari dalam jiwa.. Apabila cinta sudah berbuah menjadi dosa besar, maka engkau sadar bahwa engkau sudah melakukan kesalahan besar, tapi engkau seakan tiada mampu untuk meninggalkannya.. terlebih, apabila manisnya dosa sudah menjadi kebutuhan, sehari saja kau tak bersamanya, membuat hatimu ingin mencarinya.. Ingatlah apabila engkau ingin sembuh darinya, maka berusahalah engkau untuk mengembalikan cinta pada yang semestinya, yaitu: cinta kepada Allah Ta'ala, yang dengan itu engkau akan rela untuk meninggalkan dunia dan seisinya untuk mendapatkan cinta-Nya. Sehingga dengan itu engkau akan disibukkan bersama-Nya dan sedikit demi sedikit engkau akan merasakan cinta-Nya, dan sedikit demi sedikit pula engkau akan melupakan cinta dunia yang binasa. (dbs) ”
Ustad. Samson Rahman, Lc, MA

Informasi Pemasangan Iklan
Untuk pemasangan iklan hubungi 085219602006 atau iklan[at]globaltangsel.com 


