Kembali Ormas Lakukan Penyerangan
Selasa , 3 Juli 2012 - 16:58 WIB - Dibaca 507 kali

gambar setelah dibakar
Gardu Ormas FBR di Bakar, Polisi Amankan 14 Saksi
Selasa , 3 Juli 2012 - 16:58 WIB - Dibaca 507 kali

gambar setelah dibakar
GLOBAL TANGSEL, Kota Tangerang -- Lagi-lagi Ormas berulah, Senin (1/7) pagi sekitar pukul 06. 00 Wib sekelompok massa tak dikenal membakar gardu milik Forum Betawi Rempung (FBR) yang terletak di Jl. KH Ahmad Dahlan, Kelurahan Petir, Cipondoh, Kota Tangerang. Kapolsek Cipondoh Kompol Suyono membenarkan adanya kejadian itu. “ Iya memang benar ada gardu milik FBR yang dibakar tadi pagi”, katanya.
Ia menambahkan saat terjadi pembakaran tidak ada warga yang menyaksikan karena keadaan sekitar sangat sepi diduga para warga baru menyaksikan Piala Euro 2012. Api dengan cepat melahap karena gardu yang hanya berbahan kayu dan bambu berukuran 3 x 5m.
“Kami masih terus melakukan penyeledikikan dan modus pembakaran tersebut”, kata Suyono.
Berdasarkan info-info yang kami kumpulkan kronologi kejadian bermula dari sejumlah massa yang mendatangi gardu dan melempar bom molotov, seketika gardu terbakar dan api semakin membesar karena bahan gardu terbuat dari bahan yang sangat mudah terbakar. Beruntung api tidak menjalar ke rumah warga.
Pasca kejadian itu pihak FBR juga telah menempatkan personilnya di lokasi hal itu dilakukan guna mengantisipasi kalau – kalau ada aksi pembalasan lagi.
Menurut informasi yang kami kumpulkan sebelum pembakaran gardu di Cipondoh, bentrok antar FBR dan PP juga terjadi di wilayah Cengkareng dan Jakarta Barat, akibat kejadian tersebut seorang personil anggota PP terluka dan dibawa ke rumah sakit. Kejadian terjadi sekitar pukul 21.45 Wib.
Polres Metro Tangerang telah memeriksa sebanyak 14 saksi terkait kasus kerusuhan ini.
“Sampai Saat ini kita belum menetapkan tersangka karena masih mengidentifikasi para pelaku, yang sudah kita periksa ada 14 saksi termasuk saksi korban H. Karnadi”, katanya. (Rni)
Ia menambahkan saat terjadi pembakaran tidak ada warga yang menyaksikan karena keadaan sekitar sangat sepi diduga para warga baru menyaksikan Piala Euro 2012. Api dengan cepat melahap karena gardu yang hanya berbahan kayu dan bambu berukuran 3 x 5m.
“Kami masih terus melakukan penyeledikikan dan modus pembakaran tersebut”, kata Suyono.
Berdasarkan info-info yang kami kumpulkan kronologi kejadian bermula dari sejumlah massa yang mendatangi gardu dan melempar bom molotov, seketika gardu terbakar dan api semakin membesar karena bahan gardu terbuat dari bahan yang sangat mudah terbakar. Beruntung api tidak menjalar ke rumah warga.
Pasca kejadian itu pihak FBR juga telah menempatkan personilnya di lokasi hal itu dilakukan guna mengantisipasi kalau – kalau ada aksi pembalasan lagi.
Menurut informasi yang kami kumpulkan sebelum pembakaran gardu di Cipondoh, bentrok antar FBR dan PP juga terjadi di wilayah Cengkareng dan Jakarta Barat, akibat kejadian tersebut seorang personil anggota PP terluka dan dibawa ke rumah sakit. Kejadian terjadi sekitar pukul 21.45 Wib.
Polres Metro Tangerang telah memeriksa sebanyak 14 saksi terkait kasus kerusuhan ini.
“Sampai Saat ini kita belum menetapkan tersangka karena masih mengidentifikasi para pelaku, yang sudah kita periksa ada 14 saksi termasuk saksi korban H. Karnadi”, katanya. (Rni)
Topik :
kerusuhan, ormas, pembakaran gardu, massa, korban, fbr, pp, kepolisian, hukum kriminal, tersangka, penangkapan, tersangka, saksi, polisi tangkap pelaku
Baca Juga
Komentar
Berita Terkini
“
KENALILAH CINTA YANG SEMESTINYA Boleh saja mencintai sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan dunia, entah itu istri, anak, teman ataupun harta benda dan perbendaharaan dunia lainnya. Tapi jangan sampai kecintaan itu membutakan hati dari mengenal Allah.. ingatlah, gejala Awal dari lalai adalah: cinta. Setelah cinta yang melalaikan itu semakin tak terkendali, dan meningkat menjadi dosa kecil, tanpa kita sadari kita beranjak ke dosa besar. Dan apabila cinta sudah berbuah dosa besar, terasa sulit untuk menghilangkannya dari dalam jiwa.. Apabila cinta sudah berbuah menjadi dosa besar, maka engkau sadar bahwa engkau sudah melakukan kesalahan besar, tapi engkau seakan tiada mampu untuk meninggalkannya.. terlebih, apabila manisnya dosa sudah menjadi kebutuhan, sehari saja kau tak bersamanya, membuat hatimu ingin mencarinya.. Ingatlah apabila engkau ingin sembuh darinya, maka berusahalah engkau untuk mengembalikan cinta pada yang semestinya, yaitu: cinta kepada Allah Ta'ala, yang dengan itu engkau akan rela untuk meninggalkan dunia dan seisinya untuk mendapatkan cinta-Nya. Sehingga dengan itu engkau akan disibukkan bersama-Nya dan sedikit demi sedikit engkau akan merasakan cinta-Nya, dan sedikit demi sedikit pula engkau akan melupakan cinta dunia yang binasa. (dbs) ”
Ustad. Samson Rahman, Lc, MA

Informasi Pemasangan Iklan
Untuk pemasangan iklan hubungi 085219602006 atau iklan[at]globaltangsel.com 


