Rencana Kenaikan Tarif Kereta Api
Kamis , 5 Juli 2012 - 13:09 WIB - Dibaca 301 kali

Kereta Api Indonesia
PT KAI : "Kalo Gak Setuju Tiket Commuter Line Naik, Jangan Naik KRL"
Kamis , 5 Juli 2012 - 13:09 WIB - Dibaca 301 kali

Kereta Api Indonesia
GLOBAL TANGSEL -- Direktur Pemasaran PT KAI Sulistyo Limbo menyarankan penumpang commuter line yang menolak kenaikan tarif agar tidak naik kereta. Sebab ada harga ada rupa. Sulistyo mengatakan itu kepada wartawan di sela-sela Seminar Peningkatan Sistem Persinyalan Perkeretaapian di Jabodetabek di Gedung LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (5/7/2012).
"Kita akan perbaiki terus (AC dan jadwal kereta). Boleh kalau dia bayarnya lebih, ini KRL Mania-nya minta fasilitas. Nah dia bayarnya berapa, ada uang ada harga. Kalau nggak setuju jangan naik kereta. Karena kita masih butuh perbaikan," cetus Sulistyo.
Menurut Sulistyo, dengan kenaikan tiket Commuter Line Rp 2.000 bulan Oktober nanti, memudahkan pihaknya meningkatkan kebersihan, petugas keamanan dan petugas pendukung lainnnya. Jika tiket tidak naik, dia meminta pemerintah untuk mensubdisi tiket Commuter Line.
"Karena kita memang butuh kenaikan itu. Kalau untuk ekonomi nggak boleh naik, kan itu ditentukan oleh pemerintah. Saran saya disubsidi pemerintah agar Commuter Line bisa lebih murah," ucap dia.
Sulistyo meminta KRL Mania - komunitas pelanggan KRL - membandingkan jumlah kereta yang beroperasi saat ini dengan 3 tahun lalu.
"KRL itu rugi. Pokoknya kita mampunya seperti itu. Tapi kalau nggak cocok, jangan dipaksain naik KRL. Diserahkan semuanya ke penumpang. Kita tahu sendiri ada kenaikan, kalau nggak cocok jangan naik," tuturnya.
Berikut tarif KRL Commuter Line yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2012:
- Rp 9.000,- untuk Relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara
- RP 8.000,- untuk Relasi Depok-Bogor
- Rp 8.000,- untuk Relasi Depok-Jakarta/Jatinegara
- Rp 8.500,- untuk Relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit
- Rp 8.000,- untuk Relasi Parung Panjang/Serpong-
Tanah Abang/Stasiun Transit
- Rp 7.500,- untuk Relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit
(Rni)
"Kita akan perbaiki terus (AC dan jadwal kereta). Boleh kalau dia bayarnya lebih, ini KRL Mania-nya minta fasilitas. Nah dia bayarnya berapa, ada uang ada harga. Kalau nggak setuju jangan naik kereta. Karena kita masih butuh perbaikan," cetus Sulistyo.
Menurut Sulistyo, dengan kenaikan tiket Commuter Line Rp 2.000 bulan Oktober nanti, memudahkan pihaknya meningkatkan kebersihan, petugas keamanan dan petugas pendukung lainnnya. Jika tiket tidak naik, dia meminta pemerintah untuk mensubdisi tiket Commuter Line.
"Karena kita memang butuh kenaikan itu. Kalau untuk ekonomi nggak boleh naik, kan itu ditentukan oleh pemerintah. Saran saya disubsidi pemerintah agar Commuter Line bisa lebih murah," ucap dia.
Sulistyo meminta KRL Mania - komunitas pelanggan KRL - membandingkan jumlah kereta yang beroperasi saat ini dengan 3 tahun lalu.
"KRL itu rugi. Pokoknya kita mampunya seperti itu. Tapi kalau nggak cocok, jangan dipaksain naik KRL. Diserahkan semuanya ke penumpang. Kita tahu sendiri ada kenaikan, kalau nggak cocok jangan naik," tuturnya.
Berikut tarif KRL Commuter Line yang akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2012:
- Rp 9.000,- untuk Relasi Bogor-Jakarta/Jatinegara
- RP 8.000,- untuk Relasi Depok-Bogor
- Rp 8.000,- untuk Relasi Depok-Jakarta/Jatinegara
- Rp 8.500,- untuk Relasi Bekasi-Jakarta/Stasiun Transit
- Rp 8.000,- untuk Relasi Parung Panjang/Serpong-
Tanah Abang/Stasiun Transit
- Rp 7.500,- untuk Relasi Tangerang-Duri/Stasiun Transit
(Rni)
Baca Juga
Komentar
Berita Terkini
“
KENALILAH CINTA YANG SEMESTINYA Boleh saja mencintai sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan dunia, entah itu istri, anak, teman ataupun harta benda dan perbendaharaan dunia lainnya. Tapi jangan sampai kecintaan itu membutakan hati dari mengenal Allah.. ingatlah, gejala Awal dari lalai adalah: cinta. Setelah cinta yang melalaikan itu semakin tak terkendali, dan meningkat menjadi dosa kecil, tanpa kita sadari kita beranjak ke dosa besar. Dan apabila cinta sudah berbuah dosa besar, terasa sulit untuk menghilangkannya dari dalam jiwa.. Apabila cinta sudah berbuah menjadi dosa besar, maka engkau sadar bahwa engkau sudah melakukan kesalahan besar, tapi engkau seakan tiada mampu untuk meninggalkannya.. terlebih, apabila manisnya dosa sudah menjadi kebutuhan, sehari saja kau tak bersamanya, membuat hatimu ingin mencarinya.. Ingatlah apabila engkau ingin sembuh darinya, maka berusahalah engkau untuk mengembalikan cinta pada yang semestinya, yaitu: cinta kepada Allah Ta'ala, yang dengan itu engkau akan rela untuk meninggalkan dunia dan seisinya untuk mendapatkan cinta-Nya. Sehingga dengan itu engkau akan disibukkan bersama-Nya dan sedikit demi sedikit engkau akan merasakan cinta-Nya, dan sedikit demi sedikit pula engkau akan melupakan cinta dunia yang binasa. (dbs) ”
Ustad. Samson Rahman, Lc, MA

Informasi Pemasangan Iklan
Untuk pemasangan iklan hubungi 085219602006 atau iklan[at]globaltangsel.com 


