20 Juta Warga Miskin Tak Terima Jamkesmas
Jumat , 6 Juli 2012 - 15:11 WIB - Dibaca 306 kali

Herlini Amran
GLOBAL TANGSEL -- Sebanyak 20 juta warga miskin terancam tak terima Jamkesda. Anggota Panitia Kerja Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesda) Komisi IX DPR RI Herlini Amran menilai banyak warga miskin yang tak terdata lantaran cakupan kepesertaan Jamkesda tahun 2012 masih dipatok 76,4 juta jiwa. Padahal jumlah keluarga kategori tidak mampu atau orang miskin yang layak mendapatkan Jamkesda mencapai 96,7 juta jiwa sedangkan untuk kuota peserta Jamkesda 2013 hanya akan ditingkatkan menjadi 86,4 juta jiwa (menurut data hasil PPLS 2011 yang dirilis TNP2K dan BPS).
“Dalam rentang dua tahun kedepan hingga 2013, akan ada sekitar 20 juta orang miskin yang jaminan kesehatannya berpotensi terabaikan Negara” kata Herlini, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (4/7).
Tahun 2008 – 2010 pemerintah mengeluarkan dana secara berturut – turut sebesar Rp. 4,6 triliun (2008), Rp. 4,6 triliun (2009), Rp. 5,1 Triliun (2010), Rp. 6,3 triliun (2011). Dan pada tahun 2012 ini Rp. 7,4 triliun karena ada penambahan anggaran untuk program Jamkesda dan Jampersal.
Herlini menjelaskan jika keadaan seperti ini siapa yang akan menjamin kesehatan masyarakat bilamana mereka sakit sementara Jamkesda tidak mengcovernya.
“Pemerintah perlu segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait pelaksanaan program Jamkesmas ini, saya berharap masalah orang miskin dilarang sakit tidak terjadi di Indonesia. Untuk itu pemerintah perlu melakukan yang komprehensif guna menyongsong pelaksanaan BPJS Kesehatan, tanpa mewariskan permasalahan itu semua”, katanya.(Rni)
“Dalam rentang dua tahun kedepan hingga 2013, akan ada sekitar 20 juta orang miskin yang jaminan kesehatannya berpotensi terabaikan Negara” kata Herlini, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) (4/7).
Tahun 2008 – 2010 pemerintah mengeluarkan dana secara berturut – turut sebesar Rp. 4,6 triliun (2008), Rp. 4,6 triliun (2009), Rp. 5,1 Triliun (2010), Rp. 6,3 triliun (2011). Dan pada tahun 2012 ini Rp. 7,4 triliun karena ada penambahan anggaran untuk program Jamkesda dan Jampersal.
Herlini menjelaskan jika keadaan seperti ini siapa yang akan menjamin kesehatan masyarakat bilamana mereka sakit sementara Jamkesda tidak mengcovernya.
“Pemerintah perlu segera melakukan evaluasi secara menyeluruh terkait pelaksanaan program Jamkesmas ini, saya berharap masalah orang miskin dilarang sakit tidak terjadi di Indonesia. Untuk itu pemerintah perlu melakukan yang komprehensif guna menyongsong pelaksanaan BPJS Kesehatan, tanpa mewariskan permasalahan itu semua”, katanya.(Rni)
Baca Juga
Komentar
Berita Terkini
“
KENALILAH CINTA YANG SEMESTINYA Boleh saja mencintai sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan dunia, entah itu istri, anak, teman ataupun harta benda dan perbendaharaan dunia lainnya. Tapi jangan sampai kecintaan itu membutakan hati dari mengenal Allah.. ingatlah, gejala Awal dari lalai adalah: cinta. Setelah cinta yang melalaikan itu semakin tak terkendali, dan meningkat menjadi dosa kecil, tanpa kita sadari kita beranjak ke dosa besar. Dan apabila cinta sudah berbuah dosa besar, terasa sulit untuk menghilangkannya dari dalam jiwa.. Apabila cinta sudah berbuah menjadi dosa besar, maka engkau sadar bahwa engkau sudah melakukan kesalahan besar, tapi engkau seakan tiada mampu untuk meninggalkannya.. terlebih, apabila manisnya dosa sudah menjadi kebutuhan, sehari saja kau tak bersamanya, membuat hatimu ingin mencarinya.. Ingatlah apabila engkau ingin sembuh darinya, maka berusahalah engkau untuk mengembalikan cinta pada yang semestinya, yaitu: cinta kepada Allah Ta'ala, yang dengan itu engkau akan rela untuk meninggalkan dunia dan seisinya untuk mendapatkan cinta-Nya. Sehingga dengan itu engkau akan disibukkan bersama-Nya dan sedikit demi sedikit engkau akan merasakan cinta-Nya, dan sedikit demi sedikit pula engkau akan melupakan cinta dunia yang binasa. (dbs) ”
Ustad. Samson Rahman, Lc, MA

Informasi Pemasangan Iklan
Untuk pemasangan iklan hubungi 085219602006 atau iklan[at]globaltangsel.com 


