Pengemis di Tangsel
Sabtu , 7 Juli 2012 - 17:40 WIB - Dibaca 242 kali

Penegmis dan anak jalanan
Jelang Ramadhan Tangsel diBanjiri Pengemis
Sabtu , 7 Juli 2012 - 17:40 WIB - Dibaca 242 kali

Penegmis dan anak jalanan
GLOBAL TANGSEL,
Menurut data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) hingga Juni ini sebanyak 1.055 PGOT dari angka tersebut yang terdata diantaranya 47 gelandangan, 100 pengemis, 118 Eks Narapidana, 36 anak berhubungan dengan hukum, 215 Napza, 326 penderita HIV, dan 163 anak jalanan.
“Dari data kamipada Juni ini ada 1.055 PGOT yang terdata. Kemungkinan dalam bulan Juli ini aka nada peningkatan 5% dari jumlah yang ada, ini dikarenakan menjelang puasa, banyak kaum urban atau pendatang dari daerah lain mengadu nasib di
Ia menambahkan banyaknya PGOT memang berdatangan dari luar tangsel pihaknya sangat kesulitan mencegah PGOT lantaran Pemkot
Untuk mengatasi membludaknya PGOT ini Purnama menjelaskan akan akan mengintensifkan koordinasi dengan Pemkot
Sementara Kepala Satpol PP Kota
Disamping itu Dinsosnakertrans juga akan melakukan pembinaan bagi anak – anak jalanan yang bekerja sama dengan penyandang sosial di Pasar Rebo, Bogor dan Depok, agar anak – anak tersebut dapat dibina dan dididik menjadi anak yang bermanfaat karena diberikan pelatihan – pelatihan di tempat rehabilitasi.(Rni)
Tangsel
– Kota Tangerang Selatan yang memiliki motto cerdas, modern dan religius ini nampaknya akan diserbu oleh pengemis, jelang ramadhan diperkirakan Pengemis Gelandangan dan Orang Terlantar (PGOT) diperkirakan mengalami kenaikan hingga 5 % hal ini karena musim lebaran biasanya kaum urban meningkat.Menurut data Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) hingga Juni ini sebanyak 1.055 PGOT dari angka tersebut yang terdata diantaranya 47 gelandangan, 100 pengemis, 118 Eks Narapidana, 36 anak berhubungan dengan hukum, 215 Napza, 326 penderita HIV, dan 163 anak jalanan.
“Dari data kamipada Juni ini ada 1.055 PGOT yang terdata. Kemungkinan dalam bulan Juli ini aka nada peningkatan 5% dari jumlah yang ada, ini dikarenakan menjelang puasa, banyak kaum urban atau pendatang dari daerah lain mengadu nasib di
Tangsel
dengan melakukan pekerjaan seperti mengemis dan sebagainya”, kata Ketua Dinsosnakertrans, Purnama Wijaya.Ia menambahkan banyaknya PGOT memang berdatangan dari luar tangsel pihaknya sangat kesulitan mencegah PGOT lantaran Pemkot
Tangsel
belum punya peraturan yang melarang, “ Berdasarkan Razia gabungan yang pernah kami lakukan, mayoritas PGOT yang tersebar merupakan warga dari luarTangsel
, kami juga sulit membendung karena belum ada paying hukum yang berlaku”, katanya saat ditemui wartawan (6/7).Untuk mengatasi membludaknya PGOT ini Purnama menjelaskan akan akan mengintensifkan koordinasi dengan Pemkot
Tangsel
, Satpol PP, dan Dinas terkait.Sementara Kepala Satpol PP Kota
Tangsel
, Sukanta menjelaskan pihaknya akan melakukan koordinasi dengan SKPD lainnya untuk membuat razia. Ia juga menjelaskan akan mengadakan penertiban yang mengganggu di tempat – tempat ibadah dan fasilitas umum.Disamping itu Dinsosnakertrans juga akan melakukan pembinaan bagi anak – anak jalanan yang bekerja sama dengan penyandang sosial di Pasar Rebo, Bogor dan Depok, agar anak – anak tersebut dapat dibina dan dididik menjadi anak yang bermanfaat karena diberikan pelatihan – pelatihan di tempat rehabilitasi.(Rni)
Baca Juga
Komentar
Berita Terkini
“
KENALILAH CINTA YANG SEMESTINYA Boleh saja mencintai sesuatu yang menjadi bagian dari kehidupan dunia, entah itu istri, anak, teman ataupun harta benda dan perbendaharaan dunia lainnya. Tapi jangan sampai kecintaan itu membutakan hati dari mengenal Allah.. ingatlah, gejala Awal dari lalai adalah: cinta. Setelah cinta yang melalaikan itu semakin tak terkendali, dan meningkat menjadi dosa kecil, tanpa kita sadari kita beranjak ke dosa besar. Dan apabila cinta sudah berbuah dosa besar, terasa sulit untuk menghilangkannya dari dalam jiwa.. Apabila cinta sudah berbuah menjadi dosa besar, maka engkau sadar bahwa engkau sudah melakukan kesalahan besar, tapi engkau seakan tiada mampu untuk meninggalkannya.. terlebih, apabila manisnya dosa sudah menjadi kebutuhan, sehari saja kau tak bersamanya, membuat hatimu ingin mencarinya.. Ingatlah apabila engkau ingin sembuh darinya, maka berusahalah engkau untuk mengembalikan cinta pada yang semestinya, yaitu: cinta kepada Allah Ta'ala, yang dengan itu engkau akan rela untuk meninggalkan dunia dan seisinya untuk mendapatkan cinta-Nya. Sehingga dengan itu engkau akan disibukkan bersama-Nya dan sedikit demi sedikit engkau akan merasakan cinta-Nya, dan sedikit demi sedikit pula engkau akan melupakan cinta dunia yang binasa. (dbs) ”
Ustad. Samson Rahman, Lc, MA

Informasi Pemasangan Iklan
Untuk pemasangan iklan hubungi 085219602006 atau iklan[at]globaltangsel.com 


